Sabtu, 26 September 2015

ETIKA BEKERJA DI LABORATORIUM



Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berada di dalam laboratorium, yaitu :
1.      Sebelum memasuki laboratorium, usahakan untuk menggunakan alat pelindung diri terlebih dahulu seperti : jas lab; sarung tangan; masker; kacamata; dsb.
2.      Urutan pemakaian APD yaitu dimulai dari jas lab->masker->kacamata gogel->sarung tangan.
3.      Urutan pelepasan APD yaitu dimulai dari sarung tangan->kacamata gogel->masker->jas lab.
4.      Untuk melepaskan sarung tangan, lepas terlebih dahulu salah satu bagian. Kemudian lepas bagian lainnya dengan memegang sisi bagian dalam sarung tangan.
5.      Untuk melepaskan APD lakukan sebelum keluar dari laboratorium.
6.      Usahakan untuk membaca MSDS atau karakteristik dari bahan kimia yang akan digunakan agar dapat lebih hati – hati dalam melakukan percobaan.
7.      Urutan penuangan antara asam/basa dengan air yang benar adalah menuangkan asam ke dalam air atau basa ke dalam air, karena apabila sebaliknya maka akan menyebabkan terjadinya percikan dan letupan.
8.      Posisi botol saat menuangkan seharusnya bagian bawah merupakan bagian yang tidak ditempelkan label agar ketika zat tersebut tumpah tidak mengenai label.
9.      Ketika menaruh tutup botol, usahakan agar posisi tutup tersebut terbuka agar zat kimia tidak menyebar.
10.  Ketika menghirup suatu zat ,lakukan dengan mengibaskan tangan pada bagian lubang botol.
11.  Ketika ingin menuangkan zat kimia dari botol besar ke dalam gelas ukur, sebaiknya terlebih dahulu tuang zat tersebut kedalam gelas kimia agar tidak tumpah dan jatuh.
12.  Untuk membuka bahan kimia yang memiliki bau menyengat, lakukan di dalam lemari asam.
13.  Untuk mereaksikan zat-zat kimia lakukan di lemari asap.
14.  Simpan bahan kimia berbahaya di dalam lemari asam.
15.  Jangan meniup zat dengan mulut ,tetapi gunakan alat penghirup yang tersedia.
16.  Jika terjadi ketumpahan, taburkan bagian pinggir tumpahan zat tersebut dengan pasir terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan bagian tengah tumpahan tersebut.
17.  Jika membuang sampah bekas bahan kimia, taruh ditempat khusus yang aman agar tidak membahayakan.
18.  Jika sudah selesai menggunakan alat, cuci dengan bersih. Jika alat itu buret maka harus ditelungkupkan.
19.  jika zat kimia sudah selesai digunakan, jangan tuang kedalam botol awal tetapi simpan dibotol baru agar bahan kimia tidak terkontaminasi.
20.  Dalam menggunakan bahan, ambil seperlunya karena lebih baik kurang daripada kelebihan.
21.  Jangan memanaskan bahan kimia seperti alkohol dengan api terbuka. Akan tetapi, gunakan pemanas dengan api tertutup.
22.  Dalam menggunakan alat seperti gelas ukur, cek terlebih dahulu kondisi gelas apakah ada keretakan atau tidak.
23.  Gunakan alat penjepit untuk menaruh atau mengangkat gelas ketika ingin dipanaskan.
24.  Untuk mengukur suhu bahan kimia, jepitkan termometer pada statif.
25.  Ketika temometer air raksa pecah atau patah, segera buang dalam wadah tertutup.
26.  Ketika termometer berisi mercuri pecah atau patah, gunakan alat untuk memekatkan termometer terlebih dahulu, kemudian segera buang dalam wadah tertutup.

SIMBOL BAHAYA DI LABORATORIUM



No.
Nama Simbol Bahaya
Gambar
Keterangan
Huruf Kode
Contoh
1.                      
Explosive
(bersifat mudah meledak)
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “explosive“ dapat meledak dengan
pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen
atmosferik.
E
2,4,6-trinitro toluena (TNT)
2.                      
Oxidizing
(pengoksidasi)
Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan nota
si bahaya “oxidizing“ biasanya tidak
mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah
terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran
secara signifikan.
O
Kalium klorat dan kalium permanganat juga asam nitrat pekat
3.                      
Extremely flammable
(amat sangat mudah terbakar)
Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan nota
si bahaya “extremely flammable “
merupakan likuid yang memiliki titik nyala sangat ren dah (di bawah 0oC) dan titik didih
rendah dengan titik didih awal (di bawah +35oC).
Bahan amat sangat mudah terbakar berupa
gas dengan udara dapat membentuk suatu campuran bersifat mudah meledak di bawah kondisi
normal.
F+
Dietil eter (cairan) dan propane (gas)

4.                      
Highly flammable
(sangat mudah terbakar)
Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi bahaya “highly flammable” adalah subyek untuk
self-heating
dan penyalaan di bawah kondisi atmosferik biasa, atau mereka mempunyai titik
nyala rendah (di bawah +21oC). Beberapa bahan sangat mudah terbakar menghasilkan gas
yang amat sangat mudah terbakar di bawah pengaruh kelembaban.
F
Aseton
dan logam natrium, yang sering digunakan
di laboratorium sebagai solven dan agen pengering
5.                      
Flammable
(mudah terbakar)
Tidak ada simbol bahaya diperlukan untuk melabeli bahan dan formulasi dengan notasi bahaya
‘flammable’. Bahan dan formulasi likuid yang memiliki titik nyala antara +21oC dan +55oC
dikategorikan sebagai bahan mudah terbakar (flammable)
-
Minyak
terpentin
6.                      
Very toxic
(sangat beracun)
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘very toxic’ dapat menyebabkan
kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah
jika masuk ke tubuh melalui inhalasi,
melalui mulut (ingestion),
atau kontak dengan kulit. Suatu bahan dikategorikan beracun jika memenuhi kri
teria berikut:
LD
50
oral
(tikus) 25 – 200 mg/kg berat badan
LD
50
dermal
(tikus atau kelinci) 50 – 400 mg/kg berat badan
LC
50
pulmonary
(tikus) untuk aerosol /debu 0,25 – 1 mg/L
LC
50
pulmonary
(tikus) untuk gas/uap 0,50 – 2 mg/L
T+
Kalium
sianida, hydrogen sulfida, nitrobenzene
dan atripin
7.                      
Toxic
(beracun)
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘toxic’ dapat menyebabkan
kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah
jika masuk ke tubuh melalui inhalasi,
melalui mulut (ingestion),
atau kontak dengan kulit.
T
Solven-
solven seperti metanol (toksik) dan
benzene (toksik, karsinogenik)

8.                      
Harmful
(berbahaya)
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘harmful’ memiliki resiko merusak
kesehatan sedang jika masuk ke tubuh melalui inhalasi,
melalui mulut (ingestion),
atau kontak
dengan kulit.
Xn
Solven 1,2-etane-1,2-diol atau etilen glikol
(berbahaya) dan diklorometan (berbahaya, dicurigai
karsinogenik)
9.                      
Corrosive
(korosif)
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘corrosive’ adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu
bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji
atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik
kimia bahan uji, seperti asam (pH <2) dan basa (pH>
11,5), ditandai sebagai bahan korosif.
C
Asam mi
neral seperti HCl dan H
2
SO
4
maupun
basa seperti larutan NaOH (>2%).
10.                  
Irritant
(menyebabkan iritasi)

Bahan dan formulasi dengan notasi ‘irritant’ adalah
tidak korosif tetapi dapat menyebabkan
inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir.
Xi
Isoprop
ilamina, kalsium klorida dan asam dan
basa encer
11.                  
Bahan berbahaya bagi lingkungan
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘dangerous for en
vironment’ adalah dapat menyebabkan
efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada
satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisme) dan menyebabkan gangguan ekologi
N
Tributil timah kloroda, tetraklorometan,
dan petroleum hidrokarbon seperti pentana dan petroleum bensin


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Simbol Bahaya. http://www.oc-praktikum.de/nop/id/articles/pdf/HazardSymbolsid.pdf. Diakses pada tanggal 14 September 2015 pukul 15.25 WIB.